Pemprov Banten Khawatir PSBB DKI Berimbas Ke Meningkatnya Klaster Rumah Makan

oleh -
Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy
Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menyebutkan bahwa saat ini sudah muncul klaster rumah makan atau restoran dalam penyebaran Covid-19 di daerahnya.

VIRAL BANTEN – Masih belum bisa diperkirakan kapan pandemi COVID-19 di Indonesia akan berakhir. Kasus demi kasus terus bermunculan seiring dengan tumbuhnya klaster baru.

Jika sebelumnya marak klaster keluarga, maka kini ada klaster baru yang juga perlu diwaspadai, yakni klaster rumah makan. Seperti yang sudah ada di Banten. Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menyebutkan jika klaster rumah makan telah mendominasi penyebaran virus corona di wilayahnya.

“Sekarang paling mendominasi itu klaster rumah makan dan restoran yang meningkat,” kata Andika, Senin (5/10). “Kalau kemarin kan klaster keluarga mendominasi.”

Munculnya klaster ini tak lepas dari kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara ketat. Akibat adanya PSBB turut membatasi pelaku usaha restoran. Yang mana, hal berpotensi membuat masyarakat ibu kota mencari alternatif rumah makan atau restoran ke wilayah sekitar DKI, seperti Banten misalnya.

“Jangan sampai PSBB total DKI, masyarakat DKI tidak bisa datang ke restoran, mereka malah semua datang ke wilayah Tangerang Raya,” tegas Andika. “Sehingga nanti menimbulkan tingginya lonjakan penyebaran melalui klaster restoran.”

Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus dari klaster baru ini, Pemprov Banten telah meminta pemerintah kabupaten/kota terutama di wilayah Tangerang Raya untuk memperketat aturan. Begitu juga dengan pengawasan. Misalnya dengan membatasi secara ketat kondisi operasional rumah makan.

“Untuk bagaimana menekan kondisi penyebaran tersebut,” jelas Andika. “Ya dengan mengurangi jam dan kapasitas yang datang ke rumah makan 50 persen, bisa dine in sampai jam 5 sore.”

Meskipun ancaman klaster baru ini tak bisa dipandang sebelah mata, namun Pemprov Banten tetap tak bisa begitu saja menutup rumah makan. Sebab jika hal ini dilakukan justru akan memperburuk kondisi ekonomi masyarakat. Pandemi COVID-19 telah membuat perekonomian babak belur. “Kalau kita putuskan untuk tutup akan berdampak kepada kondisi pemulihan ekonomi,” tandasnya.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *