,

Kenapa Orang Jadi Banci, Keturunan apa Pergaulan?

penyebab seseorang memilih jadi waria
penyebab seseorang memilih jadi waria

Viral Banten – Psikolog mengungkapkan penyebab seseorang memilih jadi waria, bencong, atau banci. Waria sebutan bagi orang yang lahir secara fisik pria tetapi berperan seperti wanita

Karakteristiknya sangat menonjolakan sisi feminim dari pada sisi gentelnya, dengan kata lain lebih cenderung sifat kewanitaan dalam diri seorang laki-laki

Pencarian:

  • cara mengatasi suara pria seperti wanita
  • cara menjadi pria tulen
  • cara mengatasi suara pria seperti wanita
  • pria berperilaku seperti wanita
  • pacar ngondek

Kenapa Orang Jadi Banci, Keturunan apa Pergaulan?

Banyak faktor yang mempengaruhi, seorang Laki-laki lebih memilih menjadi waria

Menurut, Psikolog, Orley Charity Sualang, SPsi, MA, banyak faktor yang dapat mempengaruhi seseorang menjadi waria termasuk proses pengambilan keputusan.

“Individu perlu mengambil keputusan dalam berbagai situasi, saat individu mengambil suatu tindakan, dibutuhkan kekuatan atau keberanian untuk menyatakan bahwa diri saya berbeda,” ujarnya

Kemudian ada faktor rasa aman, “Seseorang yang memutuskan menjadi waria merasa dengan dirinya menjadi waria, ia memiliki rasa aman yang lebih baik daripada sebelum ia menjadi waria,” ujarnya

Penyebab pria menjadi kemayu

Lanjutnya, faktor kepribadian juga memepengaruhi, seperti temperamen, inteligensi, energi, sikap, & emosi

Wanita kelahiran Surabaya 16 Oktober 1986 ini menambahkan masalah ekonomi juga sangat mempengaruhi.

“Untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, mereka memutuskan menjadi waria,” ujarnya

Tambahnya, lingkungan juga sangat mempengaruhi, seperti pengaruh teman sebaya, kekurangan salah satu figur orangtua, atau salah pola asuh. Terakhir, kelainan secara genetik

Pengelola PAUD Farley Christian Children Center ini, mengatakan, cara untuk memberdayakan mereka (waria), dengan perlunya training life skill education, seperti pemberian motivasi dan cara berwirausaha serta cari tahu bakat dan minat waria

“Apakah ditata rias, tata boga atau desain baju, kemudian diberikan pelatihan sesuai bakat dan minat yang ada. Perlu juga social skill training, yaitu dengan latihan berkomunikasi yg tepat dan efektif,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *